Rabu, 25 Oktober 2017

Sejuta Kesan di Palembang

ProLog PALEMBANG TRIP BACKPACKER JAKARTA #1

KUN FAYAKUN, Pernahkah anda membaca apabila Allah berkehendak tiada satupun makhluk yang sanggup menghalang? Inilah Keajaiban pada trip saya kali ini, ketika di Infokan Trip Palembang, jujur ada rasa gamau kehilangan sebab banyak tempat menarik yang sayang dilewatkan, mulai dari Museum, Masjid Cheng Ho, hingga GOR Sriwijaya yang menjadi tempat diselenggarakannya Asian Games 2018 pun keberadaan Palembang sendiri adalah Sejarah dengan berbagai destinasi dan kulinernya. Namun apalah daya realitas hidup membuat Ticket Pesawat lebih sayang hehee.. tapi seorang kawan dengan antusias menyemati di Grup untuk lekas mendaftar, akhirnya via jalur pribadi saya mengungkapkan kejujuran ya daripada jadi trip maksa waakaka, Alhamdulillah saya terkejut saat dia berkata "gampang ada CC gua, lekas daftar sana nanti keburu full" setahu saya yang menggampangkan urusan keuangan ada dua tipe manusia pertama orang kaya kedua orang hatinya kaya, Finally kuturuti saja, apa susahnya sih coba percaya? tahu-tahu ticket ditangan aja.. guna mengamankan Trip, saya pun membayar ShareCost -nya. jadi teringat ucapan teman kecil "kalo Jodoh ada aja kemudahannya, tahu-tahu jadi .. aja" ^o^

Biasanya saya sangat takut jika pergi sendirian, Trip Palembang memiliki Meeting Point di Bandara Sultan Mahmng beud Badaruddin II, Palembang pukul 08.00 WIB, Demi kelancaran rencana saya menggunakan Damri dari Gambir ke Bandara Soekarno Hatta, Pasca dari kantor, ajaib gada takutnya naik Bis sendirian, eh ada rahasianya karena ada teman - teman Gengs yang menemani chat sampai tiba di tujuan jadi lupa kan jika perjalanan "sendirian" wkwk.. menunggu tiba check in pukul 03.00 WIB dini hari saya melaksanakan ibadah di Bandara demi kebahagiaan yang hakiki selama Trip hehee.. akhirnya tiba jugalah waktu yang dinanti bersama Lusia dari RT 28 dan sepasang suami isteri yang berasal dari Cikarang, kami pun Flight.. dan Masya Allah tidak terjadi setiap pagi saya berkesempatan melihat Sunrise secantik hari itu 21 Oktober 2017 kesampean merasakan awan dibawah saya (tanpa harus nanjak) Allah mah bisa aja bikin bersyukurnya dan dari pemandangan itu juga saya paham kenapa sebelum Jagad Raya Bumi memiliki 7 lapis.. pagi itu artinya saya berada di lapis pertama..

DAY ONE. SATURDAY 21 OCTOBER 2017

LANDING.... AT SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II AIRPORT

Selamat Pagii.. Setelah melalui 30 Menit di Udara tibalah saya disana, Kejutan berikutnya adalah cerita ka Lusia tentang perkenalannya dengan wanita asal Palembang dari Media Sosial Instagram mereka Kopdar bersama kami, dan kami pun dibawakan sarapan khas Palembang "Mie Celor" Alhamdulillah berasa tamu gitu.. Adakah yang ingat bahwa salah satu Adab Tuan Rumah adalah menjamu Tamu, She did it very well!

And here we are... +-25 Orang kami berkumpul, kami sepakat mengenakan warna merah di hari Sabtu sebagai kesan dari "Semangat" . Ohya ini tips pribadi dari saya untuk memprediski apakah Trip kamu bakal bahagia, biasa atau tidak, perhatikan chat jika orang-orangnya santai thats point, jika CP Netral juga point dan jika bertemu SKSD nambah point hehhee selain itu mah #abaikan.. biar melindungi dari Baper Trip :D

Ulurkan tangan dan senyum "Lani.." ^.^

SATU.. MUSEUM BALAPUTERA DEWA

Sebelum menyusuri destinasi ke destinasi perut adalah alat vital pertama yang wajib diamankan, beruntung perutnya dimanjakan dengan kuliner asal Palembang "Mie Celor" Mie nya lebih besar dari Mie Aceh dan bumbunya mirip sayur lontong dan sayur lodeh hehe enak deh ditemani Telur yang direbus.. (sstt hanya di Palembang akhirnya saya mencoba telur rebus).

Model : Lusia RT 28 Backpacker Jakarta Community
Museum dengan luas sekitar 23.565 m2 Memiliki ruang Melayu dan 4 ruangan dimana taman berada di tengahnya dengan 3 ruang pamer utama dan 1 ruangan aula untuk pernikahan, disamping itu kita disambut oleh bidadari Museum Palembang yang menggunakan baju adat setempat, aura Museum terasa ketika 5 Arca di tengah antara lorong menuju ruang pamer. Dinamakan Balaputera Dewa karena Palembang  dari Zaman peradaban sebelum Manusia modern -itu sebab banyak ditemukan Arca pada Museum ini- lalu Kerajaan Sriwijaya yang termasyur sampai era kesultanan Palembang lalu era kolonial Belanda hingga sekarang, Sejarah Kotanya panjang yaa? tercatat 3000 lebih koleksi Museum disini.

 RUMAH LIMAS, RUMAH ADAT PALEMBANG  



Kami beruntung dalam menyusuri museum diberi kesempatan "bertamu" isi dari Rumah Sumatera Selatan ini, Rumah yang menjadi bagian dari belakang Museum Balaputera Dewa juga Rumah yang menjadi ikon dari pecahan 10.000 mata uang Rupiah ini menurut Guide berdiri dari tahun 1830 dan memiliki luas +- 400 - 1000 meter, disebut juga rumah kuno dan konon memakai kayu pasak yang apabila berpindah maka bentuknya pun tak berbeda tinggal buka tutup kayu dan pasak. 

DUA.. BAY'T ALQURAN TERBESAR DI NUSANTARA


Ketika memasuki kawasan Pondok Pesantren Al-Ihsaniyah, bayangan saya adalah melihat wujud Kitab Suci berbentuk buku pada umumnya dengan ukuran yang bombastis nyatanya saya dibuat terkejut dengan lempengan-lempengan raksasa setinggi 5 lantai, tentunya saya menghitung mana mungkin 30 Juz? Namun, pertanyaan itu terjawab ketika memasuki dibalik lempengan muka itu ada puluhan lempengan dengan ukuran yang sama tentunya semua berjumlah 630 halaman atau 315 lempengan yang terbuat dari kayu Tembesu, tebal 2,5 cm, ukuran 177cm x 140 cm itu menjawab keraguan saya. lempengan pertama dibuat 15 Maret 2002 yang selesai 2009 lalu dipajang selama 2 tahun di Masjid Agung Palembang dan akhirnya 30 Januari 2012 diresmikan di PonPes oleh Presiden saat itu Susilo Bambang Yudhoyono.

TIGA.. KULINER TIME...


Saya rasa yang membuat trip ini Antusias adalah cara CP mengajak member yang sangat meyakinkan dan sebagai warga asli dengan ditemani teman seperjuangan akademisnya dahulu menjadi perjalanan tanpa keraguan, saya termasuk yang sulit mencoba sesuatu yang baru tapi pada trip kali ini saya mencicipi dengan antusias, ya mungkin karena Mela RT 7 nya Backpacker Jakarta yang bersedia sepiring berdua kali ada ngaruh hehee. Ternyata di Kota asalnya Pempek banyak Jenisnya.. ini yang saya ingat : 

10 Biji @Rp.1000,- Awalnya saya agak gak percaya masih ada makanan 1000 perak? disini ada. hee.. Masya Allah, tidak langsung dimakan, berhubung banyak jenisnya lebih langsung dikepoin, nah diantara yang nyangkut di kepala adalah Pempek Ketes (dalam bahasa Palembang ketes artinya pepaya, ketika kamu memakannya barulah paham bahwa isinya pepaya muda) , Pempek Tahu, Pempek Telur, Pempek Kulit, Pempek Keriting, Pempek Lenjer (dalam bahasa Palembang artinya panjang karena bentuknya yang panjang sedangkan umumnya bulat), Pempek Adaan (Pempek kecil).

Pempek yang satu ini menggoda banget ketika memasuki tempat makannya, karena wangi telurnya dan cara nya membakar bikin berselera akhirnya saya menambahkannya ke menu kuliner hee satu porsi Rp. 10.000,- dengan 6 Potong, percayalah enak dan kenyang. namanya Pempek Lenggang terbuat dari Telur yang dibakar ada juga yang di Panggang yang ini belum mencicipi.


Nah, ini dia Pempek paling drama dan dibutuhkan sampai semalam sepagian untuk memahaminya hheee.. namanya Pempek Model, pertanyaan saya hanya satu kenapa hanya dia aja yang dikuah? bertanya pada karyawannya jawaban satu : karena Pempek model dimakannya dengan kuah. tidak merasa puas akhirnya bertanya pada CP kakoi tapi ditengah dia menjelaskan terganggu tugas. barulah malamnya dalam perjalanan kembali ke Homestay dijelaskan dan dijelaskan kembali oleh temannya juga keesokan harinya.. baik yah? Bahwa pempek ini diberi kuah adalah karena pada dasarnya pempek terbuat dari ikan. tidak semua lidah menyukai rasa ikan oleh sebab itu diberi terigu dan diberi kuah. harusnya saya mencicipi juga yaa biar gak penasaran tanya-tanya tapi apalah perut puas dengan pempek lain ^o^

EMPAT.. MASJID AGUNG PALEMBANG


Untuk mengetahui lebih banyak terpaksa saya menghilang sejenak, Punteun yaak hee,, ketika saya mengelilingi Masjid Agung ini ada empat ruangan terpisah namun menurut salah satu penjaga penitipan sendal ada dua ruangan mungkin yang dimaksud ikhwan dan ahwatnya, uniknya satu ruangan yang menjadi tempat ibadah saya wanita berada di shaf depan pria di belakang tapi setelah ditelusuri mereka (pria) hanya beristirahat saja dan sedikit yang shalat, memiliki tiga Arsitektur campuran yakni Indonesia, Eropa dan China. didirikan di Abad - 18 oleh Sultan Mahmud Badaruddin yang kemudian diresmikan oleh Megawati Soekarno Putri setelah renovasi selesai tahun 2003.

LIMA.. KEBANGGAAN PALEMBANG

Setelah perut kami aman kami pun melanjutkan City Tour kami, melewati Kantor Walikota Sumatera Selatan hari itu sangat cerah, juga melewati Kodam tentara gitu hhee.. belok ke kiri kami melewati  :

Foto take by : Fadlun Backpacker Jakarta
Benteng Kuto Besak   

Kini ditempati Kodam Sriwijaya, bangunan ini memakan waktu sampai 17 tahun pendiriannya dari 1780, dan diresmikan menempatinya 1797, Sultan Mahmud Badaruddin I dan diteruskan  Sultan Mahmud Badaruddin II, dimana menjadi tempat tinggal yang menandai peran sebagai Sultan dari Kuto Lamo ke Kuto Besak, berdiri megah dihadapan Sungai Musi. 




Tugu Lido

Jika Jakarta memiliki Monas, di Sumatera Selatan memiliki Ikan Belido/Lopis/Belida/Ikan Pipih. Bang Waluyo bercerita dahulu kala Sungai Musi masih bening, Ikan yang memiliki tubuh seperti punggung pisau ini banyak ditemukan karena memang habitat aslinya disini, ikan inilah yang dahulu menjadi sumber mata pencaharian untuk dijadikan kerupuk (kemplang) Palembang sebelum akhirnya diganti Tenggiri, dan jadi bahan dasar Pempek tentunya.


 ENAM ... MUSI.... SUNGAI SERASA LAUT...

Menjelang Sore kami menuju Pulau Kemaro, dengan menyewa dua Perahu dan menyisiri Sungai Musi, yang mana nanti dalam perjalanannya kita akan paham kenapa warna Sungai begitu pekat seolah dilarutkan teh celup.. karena ada begitu banyak pabrik yang kami lewati, dan mungkin ini juga sebabnya tak lagi subur ikan Belido.. duh tiba-tiba kepikiran mereka tuh pindah kemana yaaa.. jika kini sedang dibudidayakan di Kalimantan kuat sekali semangat hidup mereka, berenang hingga ke Kalimantan T.T 
Isi Bensin dulu....
Ah Sudahlah... kembali ke Sungai Musi, Sungai terpanjang ke Enam di Indonesia dan terpanjang kedua di Sumatera, Sungai yang memiliki panjang 750km ini bermuara di Kepahiang, Bengkulu dan Hilir di Timur Sumatera Daerah Sungsang. menikmati perjalanannya kami disuguhi banyak pemandangan menarik mulai dari kapal yang dipakai berdagang, Pom isi Bensin yang mengapung, masjid yang mengapung, Kampung Arab, Kapal besar (bahkan ada yang dari Tanjung Priok, Jakarta) hingga Kapal Tongkang dan Pasar Ilir yang menurut kaka CP adalah tempat membeli oleh-oleh murah, semacam Tanah Abangnya Jakarta. 
Kampung Arab, Take Pic By : Faizin
TUJUH, ...PULAU KEMARO

Nah, Tibalah kita di Pulau Kemaro yang apabila dari Jauh beberapa menit sebelum sampai akan tampak Paghoda yang agung, kenapa Pulau ini menjadi salah satu Destinasi yang wajib dikunjungi?

pintu masuk pulau
Pada Salah satu cerita rakyat yang terkenal di Indonesia, kisah cinta yang terjadi di Pulau ini menjadi fenomenal dan dapat dibaca juga di Museum Bahari lantai dua.

Seperti yang kita ketahui di Era Kerajaan Sriwijaya berjaya, banyak terjadi perniagaan negeri asing masuk ke wilayah Sumatera. Raja Sriwijaya memiliki putri yang canti bernama Siti Fatimah, dan Suatu hari kerajaan Sriwijaya kedatangan tamu asing dari negeri China yakni Pangeran Tan Bun Ann yang awal kedatangannya adalah berdagang.
Namun terpautnya hati Pangeran pada cinta Siti Fatimah membawa keberanian Tan Bun Ann untuk melamar putri Raja, dengan Syarat 9 Guji Emas Ia pun menyanggupinya.

Hari yang dinanti tiba pergilah Raja Sriwijaya serta putrinya serta dayang setia ke Dermaga Sungai Musi ketika kapal pengangkut 9 Guci itu didatangkan dari China.
Klenteng Kuan Im 1962


Dengan pertimbangan keamanan dari perompak di Lautan, 9 Guci berisi emas itu disamarkan dengan Sayur yang telah layu, mengetahui hal ini Pangeran merasa dipermalukan di hadapan Raja Sriwijaya lalu membuang Guci-Guci itu ke Sungai Musi, namun ketika membuang salah satu Guci tersandung kaki Tan Bun Ann dan pecahlah Guci itu yang menampakkan keberadaan Emas batangan sebagai Syarat lamaran kepada Siti Fatimah. 
Depan Klenteng Kuan Im sebagai makam Tan Bun Ann dan Siti Fatimah

Menyesali itu, terjunlah Tan Bun Ann bersama dayang setianya untuk mengambil Guci tersebut, namun tak jua nampak kembali, Siti Fatimah sebagai pasangan setia menyusul terjun ke Sungai Musi bersama dayangnya untuk mencari Tan Bun Ann namun sebelum pergi dia berkata "Jika kalian melihat setumpuk tanah itulah kuburanku, lalu dia dan dayangnya pun terjun dan tak nampak kembali jua....
Paghoda 9 lantai dibangun 2006

Nah seiring waktu berlalu tanah yang menumpuk itu menjadi terus bertumpuk dan menjadi satu kepulauan kecil, disebutnya Pulau Kemaro (Kemarau) karena meskipun air sungai Musi naik, Pulau ini tidak pernah tergenang air.

setelah puas eksplore Pulau legendaris ini, kami pun menikmati es kelapa muda yang mengembalikan energi kami untuk bermalam mingguan di Area Tugu Lido dan tidak melewatkan Jembatan Ampera di malam hari

Untuk mengusir lelah sepanjang perjalanan kami banyak melakukan sesi foto, karena moment itu berharga, beruntungnya kita hidup dimana bisa mengabadikan hari dalam bidikan kamera.... siapapun hheee




DELAPAN,, MALAM MINGGU BERSAMA...

Tidak jauh dari Tugu Lido, disekililing kita akan serasa di Kota Tua-nya Jakarta karena bukan hanya keramaian penduduk sekitar yang menjadi tempat berlibur, juga pedagang baik makanan dan mainan yang menarik kita juga menemukan warung pempek yang disajikan menggunakan perahu.

Dan sembari menanti Eksotiknya Jembatan Ampera di malam hari kami pun menikmati Sunset nan cantik di Bumi Sriwijaya



Jembatan Ampera , dibangun tahun 1957 atas gagasan zaman kolonial Belanda tahun 1906, memiliki panjang 1000 meter lebih, tinggi 63 meter dan lebar 22 meter dimana luasnya itu mampu mencakup 4 laju jalur kendaraan. Jembatan yang menghubungkan Ulu dan Ilir ini dahulu dirancang mampu membelah agar Kapal besar melewatinya namun butuh 30 menit untuk terbuka penuh dan menggunakan dua bandul seberat 500 ton.. luar biasahh.
Jembatan Ampera, dahulu memiliki nama Jembatan Musi mengingat keberadaannya sebagai penghubung dua wilayah yang terpisah Sungai Musi. kemudian sempat memiliki nama Jembatan Bung Karno sebagai wujud penghormatas atas terealisasinya pembangunan jembatan ini. lalu berubah menjadi Ampera ( Amanat Penderitaan Rakyat ) yang merupakan Slogan atas perjuangan pemimpin untuk membangun rakyat dari keterbelakangan ekonomi dan budaya selama ratusan tahun dijajah, juga sebagai penghindaran atas Anti Soekarno dimana kala itu kondisi politik negeri sedang rumit.

Kini Jembatan Ampera semakin meremajakan dirinya, bukan saja gagah di siang hari namun juga manis di malam hari.. ibarat Pria gagah di luaran dan manis ketika pulang ke rumah .. eh heee

Kuy sebelum bermimpi indah tentang hari ini, kami diajak kaka CP mencoba Martabak HAR yang menurutnya wajib dicoba sebagai salah satu kuliner di Palembang, Martabak ini terbuat dari kulit lumpia, diselimuti telur dan berisi kentang.. yang membuat istimewa adalah kuah kari nya yang mejadi ciri khas Sumatera..

Nah lezat bukan?

Namun perjalanan menuju Martabak HAR adalah paling berkesan, seperti napak tilas kami mengikuti arah langkah kaka Cepe tanpa disadari bahwa jalan yang kamu lalui adalah tengah jalan banget pantesan banyak klakson hahaa, uniknya kami baru menyadari setelah sampai di ujung jalan disanalah kami menertawai diri kami sendiri.. hadehhh..

Nah, Setelah seharian City Tour kami pun bergantian Menyegarkan diri dengan mandi dan memenuhi Isya bagi yang melaksanakan.. sampai Esok menjelang.. Swwet Dream...









Minggu, 08 Oktober 2017

MENYUSURI JALAN VETERAN JAKARTA

OUD BATAVIA, SERI : RIJSWIJK ( JL VETERAN )


Batavia lama ( Oud dalam bahasa Belanda ; Old dalam bahasa Inggris ) sebelum abad ke-19 warga Belanda menepati Kota lama (Kota tua) karena lingkungan yang tak lagi sehat kawasan itu perlahan ditinggalkan dan mulai menuju Selatan Batavia. Salah satunya adalah kawasan Jalan Gajah Mada (Molenvliet), Jalan Majapahit (Rijswijkstraat), Jalan Juanda (Noordwijk) dan Jalan Veteran (Rijswijk). Jalan Veteran sendiri menjadi Elite dengan gaya Eropa sejak Sir Thomas Stamford Bingley Raffles bertempat tinggal disana tahun 1812 yang sebelumnya beliau tiba di Hindia - Belanda (Indonesia) tahun 1811sebagai Gubernur Jawa dan berada di Buitenzorg (Bogor) atas pengalihan kekuasaan Belanda kepada Inggris. Beliau menghancurkan rumah-rumah Tionghoa beserta toko-tokonya lalu membangun ulang kawasan tersebut.

Ketika menyusuri Jalan Veteran ini, dari Markas TNI AD ke Stasiun Juanda  terdapat 23 bangunan unik yang sebagian merenovasi sebagian pembaharuan warna dinding sebagian benar-benar terlihat berada di pertengahan abad 19. 

Yuks kita susuri bangunan - bangunan tersebut apa aja sih..

1. ASN  (Aneka Selera Nusantara)
  
Bangunan ini lebih ceria dari yang lain mungkin karena dekorasi yang sampai halaman terdapat banyak tanaman dan musik yang hingar bingar sampai membuat rekan saya hari ini, Ade Nita ingin dangdutan wakakkaa.. yapp meski bangunan ala interior Eropa konsep mah tetap Nusantara hehee.. Jadi pengen kuliner kapan-kapan.. eh.


2. Ayam Taliwang Khas NTB (Nusa Tenggara Barat)

Melewati bangunan yang hari ini tutup itu baca papannya aja bikin baper.. eh laper hhee duh beneran pengen kuliner.

3. Satu bangunan tertutup berwarna putih tanpa nama.. mungkin belum ada yang menyewa, minat?

4. Limkie Kopitiam ( Kedai Kopi )

Nah yang saya lewati ini lebih kekinian, Cafe dengan konsep yang awalnya berada di Malaysia atau Singapura dengan sajian Kopi atau minuman ringan lainnya dan makanan kecil seperti kentang goreng atau roti bakar.

5. Wong Palembang

Masakan khas nusantara selain NTB lainnya adalah Palembang seperti pindang dan tentunya pempek melewatinya membuat saya tidak sabar segera tiba di tanahnya tanggal 21-22 Oktober kelak bersama komunitas yang menjadi Jembatan akan tulisan saya lainnya.. Backpacker Jakarta

6. The Royal Panji Society

Entah ini komunitas atau resto haaha bangunan dua pintu ini unik dengan beberapa foto hitam putih dan warna dinding merah hitam sepertinya bangunannya sangat adem sampai ada 2 orang dewasa laki-laki dan satu anak kecil tertidur di hari yang panas ini hehee..


7. Satu bangunan yang dahuluya resto

Berikutnya cukup luas sayang tidak diizinkan masuk oleh kakek-kakek yang entah siapa saya dan rekan kepo banget ketika mengintip pintu yang terbuka satu ada interior eropa yang melengkung seperti berbahan bata, gambar disamping adalah kayu-kayu yang lama yang dibuang.. rekan saya berpendapat jika pemilik Museum Tengah Kebun bapak Syahjril Djalil tahu, dibeli kali kayunya .. hahaa saya malah berpikir gausah nunggu dia juga maunya sih kirim ke Museum Kayu di Kalimantan, tapi kejauhan wakakka.. bangunan sempat membuat rekan saya bolak balik karena terpancing Interior gaya Eropa barusan hahaa..


8. Indonesian Heritage Trust






Kali ini sayalah yang terpancing hahaa.. karena disamping pintu dan dindingnya keseluruhan terdapat foto hitam putih tentang bentuk Jakarta (batavia) pada masa pertengahan abad 19. Saya bahkan mengintip isi ruangannya dan tadinya berminat masuk untuk sekedar mengobrol tentang komunitas ini tapi saya dikunci ( jangan ditiru ; mengintip, ckckck ) menurut rekan saya tempat ini biasa untuk seminar para penyuka bangunan-bangunan gaya Eropa di Indonesia ada IG nya juga lho bisa di Follow @Indonesianheritagetrust.

9. Bangunan lagi-lagi tanpa nama

Meski tertutup, bangunan seluas 2 meter itu berisi buku yang bertumpuk wew.. jadi ingat rumah kawan bukunya menimbun, kali ini saya tidak mengintip tapi kacanya aja yang terbuka sedikit memperlihatkan aurat (isi / bentuk) bangunan tersebut hee.

10. Bangunan dengan dua pintu yang saya pikir tempat tinggal

Kenapa? karena ketika mengambil gambar kebetulan ada penghuninya kembali. bangunan ini satu-satunya versi saya yang minimalis tapi indah, mungkin karena cat yang segar dana bunga Bougenville sedang mekar hmm.. saya menyesal harusnya saya mengganggu penghuni tempat tinggal sekalian untuk mengetahui dalamnya ups cem detektive aja lama-lama hahhaa

11. Merdesa Kofie

Lagi-Lagi Cafe..!! yang ini gaya penulisannya unik karena biasanya kedai kopi dengan Coffie, Kopi, Kopitiam, cafe, ini Kofie ... Merdesa sendiri mengacu pada keberadaban. memiliki IG @merdesakoppie tapi ups bukan sembarang tempat kumpul, Merdesa Kofie memiliki konsep tempat rapat yang santai dengan sajian yang harganya merdesa.. dalam aneka rasa kopi.

12.  Veteran Coffe & Resto

Nah ini dia resto yang sesuai dengan nama jalannya hheee.. mungkin karena letaknya yang berada di tengah dari sepanjang Jalan Veteran.

13. Dapur Babah Elite

Bangunan yang satu ini agak berkelas dengan banyak patung batu era hindu dan mengingatkan pada resto loro djongrang, di kawasan Cikini eh bener aja seperti satu grup hhee

14. Jaringan Kota Pusaka Indonesia

Dengan Museum Pusaka yang berada di Taman Mini Indonesia Indah ada hubungannya gak yaa..



15. Bangunan dengan pintu kayu ini menjadi pemukiman dimana sekilas seperti rumah jika tak melihat keatas yang mengingatkan saya bahwa saya sedang menyusuri bangunan

16. Pujasera (Pusat Jajanan Serba Ada) Veteran

Bangunan lainnya agak membuat tertegun bagaimana tidak dengan luas 4 pintu tanpa nama berisi kanan kiri jajanan entah sate, minuman dingin dan yang pasti rami pengunjung..
mungkin dalamnya luas kali yaa..







17. Ragusa Es Italia

Inilah bangunan yang menjadi cikal bakal saya ingin menelusuri Jalan Veteran berikut "masa lalu" nya haha
dengan konsep Ice Krim dan minuman dingin tempat ini menjadi sangat populer dibangun sejak 1932. lalu dengan nama yang sangat Eropa bagaimana bisa yang menjual adalah keturunan Tionghoa?

Ragusa bersaudara berkebangsaan Italia, Luigie dan Vicenzo mereka datang ke Batavia guna belajar menjahit, saat lulus mereka pergi ke Bandung dan bertemu wanita Eropa yang memiliki perternakan sapi dan diberilah Ragusa bersaudara susu sapi yang banyak yang kemudian dimanfaatkan untuk membuat ice cream. Bandung menjadi pertama kalinya cikal bakal usaha es krim Ragusa karena akhirnya ternyata banyak peminat dibantu tiga saudara Ragusa lainnya dan Jo Giok Siang.

Nah salah satu Ragusa bersaudara yaitu Fransesco menikah dengan Putri teman menjahit Ragusa bersaudara tersebut Jo Giok Siang yang bernama Liliana. sehingga ketika mereka kembali ke Italia usaha tersebut diteruskan saudara Liliana, Ragusa bersaudara mencoba peruntungan Es krim tersebut pertama kali tahun 1932 meski sepi pengujung di periode kemerdekaan Indonesia karena warga negara Eropa yang kembali ke Tanah airnya kini, usaha tersebut semakin ramai berkat Suami - Isteri adik dari Liliana.

Tidak selalu Cafe dan kuliner bangunan berikutnya dengan lebih luas adalah usaha dalam bentuk lain salah satunya profesi seperti :


18. Respati & Widjaja Lawfirm
19. Melda's Boutique
20. PT. Wahgo International
21. Kenwood (Radio Komunikasi)
22. Bear & Co

Rijswijk ( Jalan Veteran ) sendiri dahulunya juga tempat berbagai bisnis dari orang Eropa khususnya perancis, Seperti Hotel, Toko Roti, Menjahit, Studio Foto dan lain sebagainya.

Nah .. Seru kan menyusuri Jalan yang seolah pergi ke Era awal abad 19. nantikan postingan lainnya yakkss Terimakasih telah membaca .. See U next..





Kamis, 13 April 2017

REVIEW BUKU : ALUR EMOSI TENTANG..

Saya pernah me-review  Drama atau Film tapi Buku? sebuah hobby yang pernah ada di ingatan lama, setidaknya saya mengakuinya, Terima kasih untuk klub Buku dan Blogger dimana dunia baca dan tulis kembali hidup setelah lama koma tenggelam dalam rutinitas saya, Buku ini saya dapat ketika mengikuti kelas di beberapa bulan yang lalu karena menang dalam suatu kuis Medsos, awalnya saya tergoda dengan hadiah Mug namun saya akan melewatkan mencoba me-review sebuah buku jika saya tukar, membaca buku ini butuh waktu lama bukan karena waktunya, tapi minat baca yang menurun, menjiwai si penulis, dan menikmati "baper" nya quote di tiap halamannya.


MERAYAKAN KEHILANGAN




Kau adalah Apa yang selalu aku tulis. Aku adalah apa yang selalu Kau Lewatkan

Begitulah Quote terkenal di Jaringan Media Sosial yang sering digunakan sebagai status dan Photo Profil kaum-kaum yang perasaannya tak terbalas hehee.. sebagian tidak sopan dengan tidak menyertakan nama sumber sebagian paham Quote itu berasal dari Tumblr. Sang Penulis Brian Khrisna mengalurkan buku ini dari yang rapuh, menyadari lalu bangkit dan bertemu cinta yang dari pengalaman sebelumnya dia menghargai makna Cinta.


Yang paling kuat mengingat, biasanya adalah dia yang merasa paling kehilangan

Diawali Mengupas Luka ; yakni ketika melepas lalu menerima sebuah bahagia, Lalu disambung Merayakan Kehilangan : sesuai judul buku, disini dibacakan adalah cara-cara seseorang merayakan sebuah perayaan, namun sebuah kehilangan yang dirayakan adalah cara sendiri menyembuhkan luka, ada Meniadakan dengan Senyuman ; di judul ini saya menggarisbawahi satu kalimat Aku sudah terbiasa ditinggal pergi begitu saja, bahkan oleh orang-orang yang aku sayang. satu halaman berjudul Lilin kecil menarik dan singkat tentang ; seseorang dalam kegelapan diberikan lilin kecil yang selalu diandalkan dalam apapun namun ketika lampu menyala lilin itu terlupa dari ingatan. Yang tertinggal ; Sedihku kini berteman dengan sendirian. Tetap terasa sama, Aku pernah mencintai, sangat mencintai ; dibagian ini saya pun pernah melakukannya yakni setiap malamku kuhabiskan untuk sesekali menyelipkan namanya dalam setiap doa. juga ini ; Kepada kamu, bahwa sempat dekat denganmu adalah hal paling indah yang pernah terjadi dalam hidupku.

 Halaman -Halaman yang mengisahkan tentang Pria yang berteman lalu menjadi pecinta sendirian, dimana segala hal yang dilakukan wanitanya ia terima, ia bantu, namun apalah daya dia harus terima dengan dalam ada cinta juga bagi wanita itu, membaca halaman- halaman galau itu, jujur saya merasa berat untuk merasa sakit yang dialami penulis maka saya, membacanya perlahan, yakni per-halaman berhenti saya lanjutkan keesokan, ya kali perasaan jadi gak semangat kalo baca yang sedih-sedih hehee.. sampai akhirnya saya menemukan batas alur berhenti di 46. Kisah Penulis mulai membuka pikirannya dan menyadari ada hal-hal yang harus dia terima.

                                                                                                                                                                   
Di Halaman 88 saya tertegun, dengan Judul "Aku mencintai cinta orang lain" ada banyak kata "pernah" berulang dimana mengakhiri dengan dua halamannya dengan kalimat "Aku Jatuh Cinta Padamu", melompat ke halaman 96 aku menyukai judulnya "Antara yang baik dan yang lebih baik" karena sepikiran dengan yang pernah diajarkan sebelum-sebelumnya yakni tentang seseorang baik yang memang ada saatnya memperbaiki yang buruk menjadi lebih baik dan sebaliknya memang saatnya seseorang diperbaiki, maka jangan heran, jika ada pasangan saling mengisi.. Untuk kamu, cintaku diam-diam, (Hal-109) Sungguh beruntung dia yang ada bersamamu, ketahuilah aku banyak mengaguminya hingga untuk sekedar bertanya apa kabar adalah keinginan saat ini.

Waktu sebenarnya tidak bisa menyembuhkan luka. Ia hanya membuatmu terbiasa akan hari-hari yang tanpa dirinya, membuat hatimu mulai berani menerima kenyataan; bahwa tanpanya, kau bisa baik-baik saja.

"Lepaskanlah" (Hal-129) sampai halaman terakhir ibarat melalui jalanan tol hati terasa lapang karena kalimat-kalimat yang positif, Kalimat kalimat yang membangun atau bahasa sekarang, move on.

 
Dari semua halaman, 156, adalah paling normal diantara halaman yang berbentuk puisi, karena membacanya seperti cerpen yakni tentang pernikahan seseorang yang dicintai, dia datang setelah sebelumnya wanita itu mengharuskan dia datang, bersamaan itu ia menulis "Setia adalah bentuk lain dari terima kasih" adalah kalimat yang sering diucapkan wanita itu, dengan dilanjutkan "Oleh karena itu, aku selalu setia berada disampingmu. Terima Kasih pernah hadir dalam hidupku. sekarang kamu sudah tidak sendirian lagi. sekarang sudah tidak perlu aku lagi".


Buku ini tidak kehilangan penghargaannya dengan pengucapan Terima Kasih akan Cinta yang datang kemudian setelah banyak asa yang dialaminya..

thats all...

Sabtu, 18 Februari 2017

CONTENTMU, CIRI DIRMU..

Sabtu, 11 Februari 2017

NULIS AJA DULU..

Ini Kopdar kedua setelah saya bergabung di Komunitas Buku & Blogger (Kubbu) dari Komunitas Backpacker Jakarta. Jika sesi pertama saya akhirnya memiliki Blog, sesi ini saya belajar "Content" , menulis adalah hobi dari kepribadian yang suka bercerita, apapun yang masuk ke area penglihatan akan diolah otak dengan sejuta kata, pemahaman melahirkan opini, pendengaran akan menjadi penyampaian dan apa yang dirasakan dibagi dalam kalimat yang akhirnya memiliki nyawa..

Jika diingat awal dari hobi menulis adalah Diary, entah berapa banyak buku, kemudian menjadi agenda yang berwarna kadang terselip keharuman hanya untuk menjadi saksi melewati hari -hari. dari hanya kata sederhana lalu bertambah banyak kata dengan membaca buku dan buku.. Tiap karakter membedakan kepribadian dan gaya penulisan. dari Narasumber Ibu ANI BERTA, saya mengenal apa sih pentingnya "Content"?
 


THE POWER OF CONTENT & SOCIAL MEDIA

Konten ( Content ) adalah Informasi yang tersedia melalui media. yang disampaikan dari tulisan tersebut. 
Apa saja yang menjadi sumber untuk terciptanya konten?
-Opini-
Menulis tidak memiliki keterbatasan ide.. gaya penulisan dan cara kita menyampaukan dalam tulisan akan membawa pembaca tersendiri tentang apa lagi sih yang kita sampaikan..
-Review-
Ide itu seperti udara, dimanapun berada akan ada yang bisa kita sampaikan, seperti berbicara satu sama lain ada saja tema yang didiskusikan, mengulas satu hal yang memungkinkan juga ada satu dua kritik yang membangun, Misal : Buku setelah dibaca kita bisa mengulas isi nya seperti apa dan apa yang menjadi bagian menarik dari buku yang dibaca.
-The Place of Interest-
Gajah mati meninggalkan gading, jejakkan kan kaki dimanapun lalu tinggalkan jejak itu dengan tulisan. gambar adalah bukti keberadaan di suatu tempat, namun, tulisan seseorang akan menjadi tertarikan pembaca untuk berkunjung ke tempat dimana kita menulis. karena marketting terbaik adalah pengalaman dari seseorang yang bercerita entah itu lisan maupun tulisan.

Ketika mengikuti kelas ini jujur saya lebih gagal fokus dengan caranya bercerita dibanding "isi" kelas. karena saya menemukan alasan bagaimana ia kini menjadi insprisasi Blogger, jika caranya bercerita saja menarik maka begitu juga dengan caranya menulis namun, menyihir pendengar dan pembaca, beruntung pena dan otak saya masih menyisakan konsentrasi .. heheee

Ia berkisah bahwa dirinya memulai memulai menulis dari 2010, diawali dari kantor yang mengalami penurunan lalu ia memberanikan diri resign 2013, dari cadangan keuangannya dan keyakinan bahwa Allah tidak tidur, dan melihat ikhtiar, beliau dan ketiga temannya membuat website dariperempuan.com yang kemudian dari ketekunannya akhirnya banyak job datang yang butuh tulisannya, karena menjadikan tulisan itu menarik yakni "Personal Brand" atau ciri dari penulisan. 
bagian dari ceritanya yang saya suka adalah tidak bergantung siapapun saat dibawah. motivasi banget nih kelas hehehe..

Sarannya adalah selalu sedia notes ditas karena gak akan pernah tahu apa saja ide yang mungkin bisa ditulis dari kepala. Job sendiri datang dari pengalama pernah bekerja sama, maka dia mengajarkan untuk menerima berapa pun bayaran dari pemberi Job, misal, beliau melanjutkan ada beberapa blogger yang menggerutu "dibayarnya cuma seratus ribu" padahal  jika dipandang dari sudut lain bayaran blogger baru segitu besar karena umumnya 25.000 atau 50.000. nah pengalaman bekerja sama itulah yang akan mengantarkan kita pada kerjasama-kerjasama berikutnya yang besar. dari sanalah, beliau memiliki penghasilan dan mendoakan kami, setelah dari sini memiliki Job dari dunia tulisan ini.. dengan rajin check email dan gak menyerah untuk tetap menulis.. aamiin bu.. terharu..

Yang menjaga tetap terjaga.. Cokelat ❤❤

di Tengah kelas teman saya yang menjadi admin medsos kala itu -Lala- mengingatkan "Lance, update IG,  jangan lupa kasih hastag kopdarkubbu, kalo menang nanti kan ada hadiah" hahaa dan inilah foto yang mengantarkan saya menjadi Juara kedua, cokelat inipun bukan dibeli sengaja tapi hadiah dari teman-teman dari geng saya yang datang semalamnya, Supprised brithday.. Bahagianya? sebahagia efek makan Cokelat... >.<

Yuk Lanjut

BE AN ACTUAL ON YOUR SIDE

   Hard News, Berita yang harus cepat diangkat agar yang membacapun terkini.yakni Reposting the Event, penulisan diupdate maksimal dua hari agar segar dalam ingatan, 5W 1H (Who, When, Where, Why dan How).
Feature Stories, konten lebih dalam lagi Misal ; Cerita lebih detail, bisa dengan Interview secara personal, observasi dan pengalaman lalu terakhir sisi artistik dari konten. membaca dari sumber lain dan mengambil diperkenankan namun ada aturannya yakni tidak terlalu sama atau sesuai dengan penulisan sendiri, karena akan ada peringatan konten dari google sendiri.

Jadilah Maestro dalam penulisan Artikel
  • Wawancara
  • Data
  • Verifikasi
  • Reporting : Bawalah notes kemanapun
  • Dokumentasi : Photo, Video, Infographie
  • Opini yang logis akan menjadi pengetahuan baru
  • Undanglah orang sekitarnya untuk melalukan sesuatu 


SOCIAL MEDIA CONTENT 

Sosial media kini bisa dalam hal Teks, Video, dan Gambar. Nah, pemaksimalan Media Sosial ini bisa dilakukan dengan cara :

Pemaksimalan : Followers ; ada beberapa cara yakni beli atau berdasarkan pengalaman saya pribadi pengikut akan bertambah seiring waktu karena daya tarik dari cara menulis, tema dan postingan foto, Interaksi adalah komunikasi dari dan dengan pengikut, Schedulling ; atur kegiatan, Creative : yang membuat menarik suatu postingan adalah tidak membosankannya gaya penulisan meski cara menyampaikannya sama, Analytic agar menjadi perubahan membangun.
Good Image : Bangun Image yang baik agar terpercaya dengan Think before posting, menulis sama dengan berbicara, bahasa yang baik akan membawa nyaman dari pembaca, No Hoax, bukan artikel kosong, Check and recheck, baca ulang sebelum siap untuk dibagi, Share the benefit content, bagilah keuntungan dari konten yakni berbagilah ilmu.
Content Plan : Rencanakan kontennya dengan Prepare, persiapkan teks, gambar atau video, Quantity, kuantitas dari postingan, Create the Hastag, Hastag atau tanda pagar dalam dunia posting sangat membantu dalam pengiriman tulisan dan menarik followers, Schedulling, Jadwalkan agar memiliki kesinambungan dalam menulis.


Nah, diakhir penutup Tim Buku & Blogger membagikan hadiah yakni Buku dan gelas pada pemenang. seperti ilmu diatas, kekuatan foto, konten dan Hastag, bikin semangat aja.. modal hobby nulis dan postinh eh dapat hadiah hehee..

Dan, inilah kami, berkumpul, bersama banner Klub Buku & Blogger ( KUBBU ), menuju Backpacker Jakarta Ju4ra!!!







Sekian hari ini, senyum sumringah di kami dan motivasi menguasai hati ini untuk terus lanjut menumpahkan apa apa yang ada di kepala.. SEMANGAT MENULIS....

Rabu, 15 Februari 2017

Manja itu Wanita..



SUDUT PANDANG

Tentang perawatan saya hanyalah wanita pada umumnya, merawat diri karena dasarnya wanita adalah makhluk yang merawat.. jika diri sendiri tidak mampu merawat bagaimana merawat yang lain? ada wanita yang nalurinya akan berjalan ketika nasib mempertemukan ada juga wanita yang cuek dan mengikuti alur ada juga wanita seperti saya butuh belajar dan arahan untuk menjadi wanita..

Dari Anggun C Sashmi ketika acara X-Factor-RCTI entah episode berapa hehee kalimatnya saya ingat hingga kini bahwa "Wanita itu cantik bukan karena orang lain tapi untuk diri sendiri" disitu saya baru sadar akan apa yang saya lakukan  tanpa sadar berdiri di depan cermin memastikan everythings is oke seenggaknya buat percaya diri sendiri, bukan cantik maximal karena gak mungkin hhaha tapi tentang "good looking" Sudut pandang seseorang akan wanita dengan perawatan adalah mahal. kalo ada rejeki Tuhan lebihkan kenapa dengan diri sendiri harus pelit? bukankah Allah maha Indah dan menyukai keindahan.. 

Lama waktu berselang.. dari yang acuh pada penampilan sampai seorang teman bilang "Penampilan bukan segalanya, tapi segalanya berawal dari penampilan" Hei Girls ingat. Pria makhluk Vision jika kamu menyukai mereka tampil kece pantaskan diri tuk sama kece nya. terlepas dari itu Alm Papa juga pernah mengajarkan tentang pria "cewek gak perlu cantik banget yang penting penampilan" . Dari yang tentang salon masuk telinga kanan keluar kiri, dari yang butuhnya hanya potong rambut, sampai akhirnya diperkenalkan teman Salon Khusus Muslimah di Rawamangun, dari yang coba-coba perawatan rambut lalu perawatan badan sampai bisa memilah mana perawatan yang butuh yang gak penting banget. sayang disana perawatannya kurang maksimal dan nyaman, bahkan pegawainya sendiri sebelum resign kasih referensi ke INAN SALON aja mba... 

Gak harus setiap minggu kadang sebulan atau dua bulan sekali, atur finance sesuai kebutuhan karena wanita makhluk yang gak penting suka jadi penting hehee maka pikirkan apa yang penting sebelum mengeluarkan biaya berlebihan yang akhirnya menyesal dibelakang, agar dimanapun gak terbawa bisikan ghaib wkwkwkk.

INAN SALON



Beralamat di Jalan Bangunan Barat No. 28, Pulomas, Jakarta Timur dengan nomor yang dapat dihubungi adalah (021) 47863444, menuju lokasi ini ada angkot yang lewat tapi jarang.. saya sendiri menggunakan jasa ojek online karena menujunya rumit jika via angkoters hehee,, ohya untuk kamu yang jasa ojek Salon ini memiliki alamat yang pernah berdomisili di Pulomas juga yakni Jalan Praktekan. nah harap memilih jalan Bangunan karena itu alamat kekiniannya.. berikut cabang Salon ini barangkali lebih dekat dihati kamu eh di jarak kamu kamu ..

  • Jalan Duren Sawit Raya No. H-2, Jakarta Timur, No Telp (021) 8615504, 8625054
  • Jalan Harsono RM. No. 23A, Ragunan, Jakarta Selatan (021) 78844675
  • Jalan Bendungan Hilir Raya No. 110, Jakarta Pusat (021) 57853571
  • Jalan Margonda Raya 285, Depok 08219000979



Bangunan ini memiliki 3 Lantai, di Lantai dasar pada pintu masuk yang terletak disisi kanan akan ditemukan cermin yang menurut aku spot bagus hehe.. ruang kasir tempat kita membayar tagihan dan kepo kepo, diseberang mereka ada pintu masuk menuju pintu renang yang menurut saya agak mahal karena hitungannya per jam, juga kedalaman kolamnya untuk yang lisensi hihiii.. ah sudahlah.

Inilah ruang tunggu kita.. ada charger di sisi kiri dan biasanya di meja mereka menjual makanan yang harganya menurut saya gak standar, misal Roti Rp. 10.000,00 Somay Rp. 5000,00 per satuan, Risol Rp. 5000,00 tapi enak sih .. begitu juga minuman namun untuk ini tamu diminta bilang ke kasirnya, ohya ketika kita duduk disinilah tempat memikirkan mau perawatan apa nanti mba-mba cantiknya yang bertanya tinggal menunggu panggilan karena tempat ini umumnya ramai pengunjung sampai last order nya jam 04.00 padahal jam operasional 08.00 - 18.00 WIB dan setiap hari lho.. saran datang pagi agar perawatan memuaskan sampai sore..

Soal pembayaran mereka memudahkan, bisa cash, debit ATM, dan kartu kredit asal bukan ngebon, yuk naik lantai atas.. di lantai ini ada 6 (enam) ruangan yaitu, ruangan perawatan rambut terdiri dari dua ruang tuk memanjakan rambut satu ruangan tuk cuci rambut, lalu ruangan menicure pedicure dan ruang tunggu, kemudian ruang perawatan badan dimana ada dua ruangan kanan kiri, yang masing-masing kalo gak salah 5 kamar, lalu agak kebelakang ada ruang sauna dan terakhir ada empat ruang kamar mandi terdiri dari satu toilet dan tiga kamar bilas. 
Naik ke lantai atas ada 3 (tiga) bagian ruangan, yakni Musola, Kamar mandi yang lebih banyak dan lengkap juga ruang perawatan badan.

Sekian tulisan ini semoga yang memaparkan pengalaman penulis setelah pengalaman main dunia salon-salonan yang terhitung baru sebenernya, ditempat lama satu tahun 5 kunjungan dan di tempat ini 4 kunjungan. sampai jumpa di pengalaman yang lain. Miaw Miaw






 

Minggu, 05 Februari 2017

MUSEUM CIPUTRA ARTPRENEUR

Memasuki pintu masuk Museum saya menengok ke kanan  sebaris kata dari bagian isi surat Bapak Ciputra tertanggal 08 Maret 1983

"Mudah-mudahan saya bisa kelak menjadi salah satu kolektor yang cukup banyak dari lukisan bapak, sehingga suatu waktu dapat saya pamerkan atau dapat saya jadikan Museumi pribadi"

Yang kemudian saya pahami setelah mengikuti tur ini sebagai awal dari Museum ini ada..

DUA SISI DARI SEORANG CIPUTRA

Bener banget dah kalo saya masuk Klub Sejarah dan Museum, klubnya Backpacker Jakarta, ditiap tempat yang dikunjungi memiliki cerita, bukan sekedar menarik tapi juga mengambil insprirasi dari seorang sosok.. nah kalian ya, terutama ciwi-ciwi tentu pernah menjadikan mall sebagai tempat temu kangen atau iseng hiburan dan ngedate yekan hehee.. siapa yang gak pernah nginjak Citraland Mall atau CL? dibilangan Grogol - Jakarta, effek ngampus jalur meruya hahaa (eh gak penting) lalu daerah domisili tempat tinggal Lotte Shipping Avenue, Ciputra Artpreneur, keduanya dimiliki Ciputra Group, Bapak Ciputra. yuk kenalan sama pemiliknya gak panjang-panjang kuq biar nanti menikmati tulisan berikutnya punya bayangan aja... 


Dr. Ir. Ciputra atau pemilik nama lahir Tjie Tjin Hoan Lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931, Arsitek Lulusan ITB ini, berkiprah diawali Jaya Group, Metropolitan Group, Universitas Ciputra dan Ciputra Group bisa disebut sebagai Bapaknya Wirausaha (Entrepreneur), dengan sisi lain pecinta seni (Art) itulah mengapa Museum yang saya kunjungi disebut Artpreneur . diawali dari bagaimana cara pandangnya akan lukisan Hendra Gunawan, Bapak Ciputra meminta izin pada Bapak Hendra perihal lukisan-lukisannya dan juga keluarga pelukis tersebut setelah wafat untuk menjadikan lukisan-lukisan tersebut berupa patung. see? orang besar pun paham tata krama dalam menghargai suatu karya.

HERE WE GOES TO...





Menuju Museum ini anda hanya perlu menuju Lotte Shipping Avenue Mall di Jalan Prof. Dr. Satrio kav 3-5, Setiabudi. Jakarta Selatan, Jika anda pengguna kendaraan umum ada busway Stasiun Tebet - Karet yang berhenti didepannya atau Mikrolet 44. gunakan lift dan tekan lantai 11, titipkan tas anda kecuali jika tas kecil diperbolehkan membawa ponsel dan mereka pun berbaik hati boleh selfie hehee.. tapi non blitz yak guys.. tiket berbayar Rp. 30.000/orang dewasa dan Rp.15.000/pelajar tapi lebih baik rombongan dengan minimal 10 orang karena kalian akan disuguhi tempat menarik "Video Mapping" yakni lukisan-lukisan yang kalian nikmati sebelumnya menjadi bergerak gak banyak siyh gerakannya secara bukan film juga, tapi cukup membuat saya terhipnotis ..seperti masuk ke dunia lukisan, karena saya gak paham dunia edit video begitu jadi pikirannya cuma satu "gimana ngerjainnya coba haha" , Museum ini memiliki jam operasional 12.00 - 18.00 WIB dari hari Selasa - Minggu. jadi kamu - kamu yang memiliki ketertarikan dunia seni terutama lukisan yuks lah berkunjung, recommened lho..

Kembali ke tulisan saya di awal, ketika memasuki Museum ini, saya membaca surat Bapak Ciputra lalu guide kami ada 2 orang Bpk. Andri dan Bpk. George kami terbagi menjadi dua bagian, seperti dua ruangan yang ada di museum ini yakni ruangan lukisan koleksi Bpk. Ciputra yang berbasis kontemporer dan ruangan dari lukisan Hendra Gunawan yang bertema Modern. nah,

Bagian Bpk Andri ini adalah ruang pertama yakni lukisan kontemporer yang saya pahami adalah seni bebas bukan tentang lukisan saja tapi pemikiran yang berbeda atau bahasa sekarang mah kekinian (yang saya tangkap siyh..)  ada 6 karya dengan masing-masing quotes dari pemilik seni-nya, ruangan ini juga berganti koleksi di tiap 6 bulan sekali, saking banyaknya kan..

Bapak Andri mengajak kami menilai seni yang terpajang disini, diawal masuk salah satu dari kami menerjemahkan foto disamping sebagai "Selamat datang" dengan menggunakan selembar "penghalang" ditengah yang terbuat dari kayu dan menjadi pintu dengan kedua -saya mah mikirnya- "wayang golek" hahaa..

salah satu quote nya adalah karya ini :

"Setiap dinding adalah pintu, setiap dinding atau halangan, sel "alu ada pintu atau jalan keluar untuk perubahan" -Astari Rasjid-


Dari quote diatas saya berpikir lama.. kita pasti sering mendengar "setiap masalah ada solusinya" selama ada kemauan yang bagi saya pribadi mau menerima ketetapan dan mengikuti ruller berikutnya, seperti QS Al-Insyirah 5-6 "Bersama kesulitan ada kemudahan"


Ketika mereka asyik mendengarkan guide tentang satu karya seni dalam ruang kaca berukuran nyaris 2 meter, pandangan saya tertarik akan gambar disamoing, yakni boneka yang menempel di dinding yang akhirnya karya seni dalam ruang kaca itu seperti magnet tak kalah menarik, membuat saya berimajinasi itu seperti "asap" tapi kuq kaku berwarna biru jika dilihat dihadapan "isi" karya seni itu seperti "janin" atau kepala bayi yang baru lahir .. ternyata kata guidenya itu terbuat dari pecahan kaca seketika pikiran saya gak nyampe hahaa pecahan kaca jadi bentuk indah begitu wkwkwk..

lalu guide berikutnya menerangkan tentang lukisan berkebangsaan tionghoa tapi kali ini saya tetap penasaran dengan boneka-boneka yang menempel di dinding secara berhimpitan dengan posisi menurut saya siyh agak gak biasa, tapi setelah didekati kepalan tangan yang berada disamping boneka tersebeut seperti memukul, baru lah paham dengan membaca penjelasan sang pemilik karya seni :

"Pola orangtua dalam membesarkan anak adalah subjek dari percepetan dunia masa kini. Apakah ini merupakan motivasi positif? ataukah hal ini merenggut masa kecil mereka untuk bermain" - Maria Indriasari -

Bukan tanpa alasan sebenarnya banyak orang tua sekarang membekali anak-anak banyak keahlian dan jam terbang yang menurut saya terlalu cepat, bayangkan usia 3-4 sudah dilingkungan "belajar" iya sih bagus untuk membiasakan anak memiliki lingkungan sosial, yang di era terkini persaingan dalam dunia semakin rumit namun jika dibandingkan dengan gaya hidup sosial dulu yang lebih alami bersosialis mengembangkan minat anak tanpa paksaan, bermain, bersosialisasi dan belajar, pun banyak dari teman-teman yang telah menjadi "ibu" ternyata memiliki cara berbeda untuk kasih sayang terhadap anak, kecuali yang memiliki mertua, mereka secara cerdas berinteraksi dalam urusan anak (pengalaman adik ketika anaknya mulai memasuki fase sekolah). pun saya pribadi diam-diam berharap memiliki pasangan yang sefikrah dalam pendidikan anak kelak. agama pertama karena agama ibarat akar dari pohon, benteng dari area kekuasaan, dan hati dari nafsu yang dikembangkan pikiran. selanjutnya bagaimana anak memiliki minat, takkan saya lakukan kesalahan sama melewati batas tidak berkembang juga kurang. (eh curcol wk)


Inilah versi terbaik saya diantara karya seni yang ada di ruangan ini, sekilas sih cuma wajah - wajah kaku tapi yang jadi pertanyaan ketika masuk ruangan ini adalah kenapa ditempatkan di tengah dan besar, satu dinding cuma untuk satu lukisan. guide kami, pak Andri menjelaskan lukisan ini tentang yang terjadi antara kubu Barat dan Timur tapi bukan penjelasan yang memuaskan menurut saya sampai sang guide bilang lukisan ini menjadi berbeda jika kita memadamkan lampu ... eaaa ..
maka yang tampak adalah diatas tengkorak disisi kanan dan kiri kemudian lingkaran hitam menjadi nampak jelas bentuk "Black hole" alias lubang hitam.. tiba-tiba ingat lubang hitam milik biksu miroku dari animasi Inuyasha hahaa..dan dari baris bawah, dari kiri adalah iluminati dengan senjata berbentuk segitiga dan bumi berada di tengah dan diujung atas masih dalama segitiga tersebut ada mata satu.  kemudian spiral lalu bintang dan sisi kanan seekor Naga yang melambangkan sisi timur, dari lambang - lambang itu terhubung titik - titik merah dan digaris bawah lukisan lambang itu ada gambaran denyut nadi.. itu yang kayak di mesin pemantau denyut nadi di Rumah Sakit..

lalu kami lanjut ke ruangan berikutnya kali ini kami dipandu Bapak George, yang ketika selama menjelaskan saya gagal fokus pada tangannya yang sering membernarkan posisi rambut wkwk tapi secara khusus beliau berbaik hati menawarkan diri mengambil foto ketika sesi nya berakhir di lukisan yang mana menurut saya spot terbaik.

Dari surat Bapak Ciputra diatas, Bapak Hendra membalas :

"...ini bukan berarti bahwa karya saya tidak bertingkat jajaran tinggi di asia, tapi memang pematangan seni saya membutuhkan kepahitan yang paling tidak enak di lapisan bumi closet tingkat Ciliwung"

Sebelumnya kita akan berkenalan dulu dengan sang pelukis yang menjadi pemilik ruang kedua ini, Hendra Gunawan. Karya dari seorang Hendra adalah modern yakni memiliki tema dari masa 3 periode yaitu sebelum penahanan dalam masa penahanan dan setelah penahanan. beliau sendiri memiliki ciri khas yaitu suka pergi ke tempat ramai melihat sesuatu yang dalam pandangannya menarik lalu menuangkannya dalam lukisan. Lahir di Bandung pada 11 Juni 1918, beliau mulanya berguru pada pelukis pemandangan yaitu ayah dari pelukis Basoeki Abdullah, Abdullah Suriosubroto, dan Wahdi Sumanta, kemudian waktu mempertemukan Hendra Gunawan dengan Affandi, Sudarso, dan Barli. kelima orang inilah kelak menjadi lima serangkai dalam sejarah seni lukis. pada masa ini, guide memaparkan dahulu sanggar pelukis adalah juga media komunitas para politikus dari sinilah beliau ditahan selama 13 tahun dan memilih Bali sebagai tempat terakhir, menutup usia ke 65, 17 Juli 1983. meski dalam tahanan beliau tetap berkarya.


Lukisan tersebut adalah karya terakhir dari sang pelukis, disini suasana mulai hening karena penjelasan Bapak George terdengar dalam.. kami diajak menebak sisi mana dari lukisan ini yang "belum selesai" karena bagi saya yang awam akan lukisan mengira lukisan ini memang sengaja begini.. lukisan ini tentang Pangeran Diponogoro yang berperang tapi.. wajah dari sang pangeran "belum selesai" tersentuh pikiran saya agak horror deh kala itu maksudnya sih becanda tapi ternyata suasana malah sunyii.. hadeh..


Nah, kembali ke awal tulisan. ketika memasuki mall kalian tentu gak asing dengan patung-patung warni warni yang berbahan fiber glass? jawabannya adalah menurut Bapak George, Bapak Ciputra meminta izin pada pihak keluarga Hendra Gunawan agar lukisannya menjadi dimensi patung. dibantu pematung Bapak Munir Pamuntjak, jadilah patung yang berbahan asli perunggu sedang yang kita lihat diluar mall adalah karya bersama.





Last but not least.. inilah yang penampakannya jika kita datang secara berbondong-bondong.. eh rombongan.. "Video Mapping" .


Spesially thx to Insan (Sejarah & Museum klub, Backpacker Jakarta) yang membantu pengambilan foto guna kepentingan tulisan ini..
Sekian acara kami dari klub Sejarah dan Museum.. sampai ketemu di edisi SEMU lainnya.. miaw - miaw ..